Demam Berdarah

Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD ) adalah jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus lagi dengan genus Flavivirus dikenal dengan nama Virus dengue. Penyakit ini ditemukan manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang mengandung virus dengue. Pada saat nyamuk aedes aegypti menggigit makan virus dengue akan masuk ke dalam tubh , setelah masa inkubasi sekitar 3-15 hari penderita bisa mengalami demam tinggi 3hari berturut-turut.
Banyak penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala tersebut.

 

 

Gejala Demam Berdarah
1. Demam tinggi terus menerus
2. Adanya tanda pendarahan di mulut, hidung, dan dubur.
3. Bintik-bintik merah dikulit
4. Sakit perut
5. Rasa mual
6. Berkurangnya jumlah trombosit
7. Sakit kepala berat
8. Sakit kepala sendi (atralgia)
9. Sakit pada otot (mialgia)

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Demam Berdarah Di Indonesia

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, tergolong dalam flavivirus, banyak didapatkan di daerah tropis dan subtropis. Hampir 50% penduduk yang tinggal di daerah tersebut mempunyai resiko untuk mendapatkan infeksi dengan virus dengue. Infeksi dengan virus dengue dapat menimbulkan sakit, renjatan (shock) hingga kematian.

Menurut laporan DEPKES Januari-Oktober 2009, DBD telah menelan 1.013 korban jiwa dari 121.423 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008. Salah satu provinsi yang mengalami peningkatan jumlah kasus DBD dibandingkan tahun 2008 adalah provinsi DKI Jakarta.

 

Korban akibat DBD diperkirakan akan terus bertambah terutama pasca banjir, pergantian musim dan pada saat curah hujan berkurang. Oleh karena banyak terjadi penampungan air pada bak mandi penampung air, pot bunga, tempayan bekas, kaleng bekas dan botol minuman bekas yang dekat dengan lingkungan pemukiman penduduk yang tidak dibersihkan. Tempat tersebut merupakan tempat yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk karena dapat memindahkan virus dari manusia ke manusia lainnya.

Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus dan Aedes polynesienses. Dikenal 4 serotipe virus dengue yaitu dengue virus 1, 2, 3 dan 4. Penyakit ini dapat menimbulkan sakit berupa deman yang sembuh sendiri pada infeksi primer, tetapi bila pasien tersebut mendapatkan infeksi kedua kali yang disebut infeksi sekunder dengan serotipe berbeda akan timbul sakit yang lebih berat. Infeksi sekunder dapat menimbulkan perdarahan yang disebut DBD atau timbul renjatan yang disebut dengue shock syndrome (DSS).

Infeksi dengan virus dengue sangat bervariasi dari gejala subklinik hingga fatal. Manisfestasi klinik dapat timbul gejala klasik berupa demam mendadak (> 37.7◦C) dengan gejala sakit kepala, nyeri dibelakang bola mata, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sendi, muntah, diare, sakit menelan dan timbul kemerahan pada kulit (rash) bahkan dapat berupa perdarahan.

Penyakit ini digolongkan dalam 4 tingkat yaitu :

- Demam tidak spesifik
- Demam dengue yang spesifik
- Demam berdarah dengue (DBD)
- Dengue shock syndrome (DSS)

Antigen NS-1 adalah glikoprotein konsentrasi tinggi dari virus dengue yang didapatkan dalam serum yang terinfeksi virus dengue pada fase dini. Antigen ini didapatkan di dalam darah mulai dari hari 1-9 demam, baik pada infeksi dengue primer maupun infeksi dengue sekunder.

Selain antigen NS-1 dalam diagnostik penyakit dengue, dikenal antibodi IgM dan IgG. Antibodi IgM terdeteksi 3-5 hari setelah demam pada infeksi primer. Secara umum dapat bertahan 30-90 hari dengan kemungkinan dapat bertahan hingga 8 bulan. Pada infeksi sekunder kadar antibodi IgM timbul antara hari ke 4-5 setelah demam.

Pada infeksi primer, antibodi IgG timbul pada hari ke-14 dan dapat bertahan seumur hiudp. Sedangkan pada infeksi sekunder antibodi IgG akan meningkat 1-2 hari setelah demam yang kemudian mencetuskan respons antibodi IgM.

Selain pemeriksaan NS-1, dengue IgG dan IgM, sebaiknya bila ada dugaan demam berdarah dengue dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap yang meliputi parameter hemoglobin, hematokrit, jumlah leukosit dan jumlah trombosit.

Pada demam berdarah dengue dapat terjadi kebocoran dinding pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan pemindahan cairan dan pembuluh darah ke jaringan. Hal ini menyebabkan terjadi edema, hemokonsentrasi bahkan dapat terjadi renjatan (shock) . Keadaan ini ditandai dengan meningkatnya kadar hemoglobin atau nilai hematokrit bila diperiksa 2x pada waktu yang berbeda. Selain itu makin berat penyakit maka jumlah trombosit makin menurun yang mempermudah terjadinya perdarahan di bawah kulit, bahkan perdarahan lain dari rongga tubuh seperti mimisan, perdarahan saluran cerna dan saluran kemih.

Berdasarkan kriteria WHO 1997, diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal dibawah ini terpenuhi :

  1. Demam atau riwayat demam akut antara hari ke 2-7, biasanya bifasik (demam naik0turun).
  2. Minimal 1 manifestasi perdarahan seperti uji pembendungan positif perdarahan pada kulit berupa bintik merah (petekie), ekimosisi atau perpura yaitu perdarahan yang lebih besar dari petekie. Dapat timbul juga perdarahan selaput lender, muntah darah (hematemesis) atau BAB berdarah (melena).
  3. Trombositopeni dengan jumlah trombosit <100,000/ul.
  4. Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma :

-  Nilai hematokrit meningkat lebih dari 20% dibandingkan dengan nilai normal untuk umur dan jenis kelamin yang sama.

-  Penurunan nilai hematokrit > 20% setelah pemberian cairan dengan nilai hematokrit sebelumnya.

-  Pengumpulan cairan di dalam rongga dada (efusi pleura) dalam rongga perut (asites), penurunan kadar protein total dan natrium serum.

 

 

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Demam Berdarah Dengue

Penyakit demam berdarah dengue sering menimbulkan gejala yang “mengejutkan” atau tidak terduga. Hilangnya demam bukan berarti bahwa penyakit ini sudah dapat disembuhkan. Oleh karena itu, jika salah satu anggora keluarga Anda diduga menderita DBD seharusnya mendapatkan perhatian yang intensif. Bahkan jika penderita tampak membaik sekalipun. Justru pada hari ketiga keempat kelima perlu meningkatkan kewaspadaan. Walaupun penderita sudah tampak membaik secara kasat mata, tetapi kemungkinan buruk dapat terjadi.

Demam pada penyakit demam berdarah denge bisa sampai 39-40 derajat celcius. Bila demam hanya berkisar 38 derajat celcius kemungkinan bukan demam berdarah dengue tetapi bisa jadi penyakit infeksi virus lain seperti campak, rubella, dan chikungunya atau virus hanta (demam korea). Atau penyakit lain karena infeksi bakteri seperti tuberkulosa atau tipus atau penyakit radang selaput otak (meningitis).

Penderita penyakit demam berdarah dengue menunjukkan keluhan atau gejala demam disertai kelainan darah penurunan trombosit dan hematokrit. Penularan virus dengue melalui gigitan nyamuk lebih banyak terjadi di tempat yang padat penduduk seperti diperkotaan dan pedesaan pinggir kota. Oleh karena itu penyakit demam berdarah dengue lebih bermasalah disekitar perkotaan.

Seperti kata ppara ahli, yang kelihatan oleh kita hanya seperti puncak gunung es (yang menderita demam tinggi dengan penurunan trombosit dan hematokrit). Disinilah pentingnya pemeriksaan laboratorium darah pada penderita demam berdarah. Pemeriksaan laboratorium darah untuk mendukung menegakkan diagnosa penyakit demam berdarah dengue. Hampir tidak mungkin menegakkan diagnosa penyakit demam berdarah tanpa pemeriksaan laboratorium darah apalagi pada taraf permualaan sakit. Paling tidak, sekedar menilai kondisi penderita dengan menghitung jumlah trombosit.

Bila jumlahs edemikian rendah, pendarahan yang terlihat dengan kasatmatasedang mengancam. Misalnya, pendarahan melalui hidung (mimisan), muntah darah, atau berak berdarah atau pendarahan luar seperti pendarahan diselaput putih mata dan kemungkinan pendarahan pada organ dalam seperti otak, jantung, hati dan ginjal.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Demam Berdarah

Penderita yang diduga menderita demam berdarah dalam tingkat yang maupun harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami kematian.

Demam berdarah dapat diatasi dengan meningkatkan jumlah trombosit penderita dan menghambat pertumbuhan virus dengue yaitu dengan jus kurma serta ekstrak daun biji.

Mencegah Demam Berdarah :
1. Makan makanan bergizi
2. Rutin olahraga
3. Istirahat yang cukup
4. Minum air yang banyak 8-12 gelas satu hari
5. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk.
6. Fogging atau pengasapan akan mematikan nyamuk dewasa dan bubuk abate akan mematikan jentik pada air.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan DBD

Hal pertama yang harus dilakukan ketika terserang atau akan memberikan pertolongan pengobatan pada penderita DBD bukanlah dengan serta-merta membawanya ke rumah sakit. Beberapa hal di bawah ini merupakan urutan pengobatan yang mungkin bisa dilakukan pada tahap awal terjadinya serangan, yaitu :

1. Pertolongan pertama yang penting memberi minum sebanyak mungkin
2. Kompres dengan air es
3. Beri obat penurun panas
4. Segera dibawa ke dokter atau puskesmas terdekat untuk diperiksa

Bagian terpenting dari pengobatan DBD adalah terapi suportif. Pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan alternatif yang bisa dilakukan adalah :

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

- 1 buah kelapa hijau muda
- Air perasan jeruk nipis secukupnya

Cara Pemakaian :

- Kupas dan ambil air kelapa hijau
- Kemudian campurkan dengan air Jeruk Nipis
- Aduk hingga tercampur rata
- Minum secara teratur

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

- 1 lembar daun pepaya
- 1 genggam pohon meniran
- 1 ruas ibu jari temu ireng
- 1 ruas ibu jari kunyit kuning
- 1 ujung sendok teh garam dapur
- 500 ml air matang

Cara Pemakaian :

- Semua bahan dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus
- Kemudian air matang dituang kedalam hasil tumbukan
- Lalu diperas sarinya dan ditampung di tempat yang bersih
- Selanjutnya diberi garam dapur dan aduk garam dapur tersebut sampai larut
- Ramuan ini diminum sehari 3 kali sesudah makan

3. Cara Ketiga

Bahan-Bahan :

- 9 lembar daun jambu biji
- 5 gelas air

Cara Pemakaian :

- Daun jambu biji di cuci bersih
- Kemudian rebus dalam 5 gelas air sampai menjadi 3 gelas
- Lalu saring dan dinginkan
- Minum ramuan ini 3 kali sehari

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah DBD

Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.

Penularan DBD

Orang yang sakit demam berdarah di dalam darahnya mengandung virus DBD. Jika orang tersebut digigit nyamuk aedes aegyptu, maka bibit penyakit ikut terhisap masuk ke dalam tubuh nyamuk. Bila nyamuk tersebut menggigit orang lain yang sehat, maka orang itu akan dapat tertular penyakit DBD.

Diagnosis

Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosis demam berdarah jika terindikasi secara klinis. Pemeriksaan laboratorium akan dilaksanakan dengan 3 hal, meliputi hematologi, hemotasis, dan imunoserologi. Pemeriksaan hematologi adalah hitung trombosit (trombositopenia = 100.000/uL) dan hematokrit (meningkat sampai 20%). Menghitung leukosit (leukopenia). Pada sediaan darah tepi sering dapat dijumpai peningkatan limfosit plasma biru yang walaupun tidak spesifik untuk virus dengue, tetapi bila jumlahnya meningkat mendukung diagnosis.

Pemeriksaan hemostasis yang penting pada awal sakit adalah uji bendungan (uji tourniquet). Pada stadium lebih lanjut, penetapan D Dimer dan masa protrombin membantu memastikan adanya koagulasi intra vascular menyebar (disseminated intra vascular coagulation, DIC).

Uji laboratorium yang sangat penting dilakukan untuk memastikan diagnosis etiologi infeksi virus dengue meliputi pemeriksaan-pemeriksaan dibawah ini :

1. Isolasi virus dengue

2. Uji serologi :

a. Adanya kenaikan titer serum antibodi dengue spesifik
b. Adanya antigen virus spesifik atau RNA dalam jaringan atau serum.

Cara Mencegah DBD

Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk. Upaya ini merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat. Cara-caranya adalah sebagai berikut :

1. Kuras tempat penyimpanan air (bak mandi/WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya 1 minggu sekali. Gantilah air di vas, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya 1 minggu sekali

2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu

3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya.

4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen

5. Lipat pakaian atau kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap di situ

6. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk abate ke dalam genangan air tersebut. Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe dari genus flavivirus, famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah ini disebarkan pada manusia oleh nyamuk aedes aegepty. Nyamuk ini mempunyai ciri-ciri garis belang hitam-putih pada tubuhnya dan menggigit pada siang hari. Ia mempunyai badan kecil, hidup di dalam dan di sekitar rumah, senang hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar dan bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah dan bukan di got atau comberan, di dalam rumah seperti bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain.

Satu nyamuk saja dapat menjangkiti beberapa orang dalam waktu singkat. Seseorang dapat terjangkit demam berdarah lebih dari 1 kali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 2,5 miliyar orang beresiko terinfeksi demam berdarah. Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit demam berdarah atau tidak hanya melalui tes laboratorium.

Wabah ini pertama kali terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada tahun 1779. Wabah global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

Virus dengue adalah anggota genus flavivirus dan famili flaviviridae. Berukuran kecil dan memiliki single stranded RNA. Ada empat serotipe virus yang disebut serotipe 1, 2, 3, dan 4 (DEN1, DEN2, DEN3, DEN4). Survei virologi, penderita DBD telah dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia sejak tahun 1972-1995. Keempat serotipe ini berhasil diisolasi baik dari penderita DBD ringan maupun berat. Selama 17 tahun, serotipe yang mendominasi adalah serotipe 2 dan 3. Serotipe 3 dikaitkan dengan kasus DBD berat.

Siklus Demam Berdarah Dengue

Gejala dan Tanda DBD

Infeksi virus dapat terjadi dengan gejala (simptomatis) dan juga tanpa gejala (asimptomatis). Pada infeksi virus simptomatis dapat bermanifestasi klinis ringan, yaitu demam tanpa penyebab yang jelas, demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), termasuk sindrom syok dengue (SSD). Infeksi dari satu serotipe dapat memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe yang bersangkutan, namun tetap tidak terbukti adanya proteksi silang terhadap serotipe lainnya. Hal ini dapat menjelaskan adanya peningkatan wabah dalam siklus 5 tahunan. Tanda dan Gejala DBD adalah sebagai berikut :

1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari
2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit
3. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung
4. Mungkin terjadi muntah atau berak darah
5. Sering terasa nyeri di ulu hati
6. Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat

Dari pertama munculnya beberapa gejala dan tanda, keadaan penderita dapat menjadi parah dan menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, pertolongan dan pengobatan harus segera diberikan untuk menghindarinya. Demam berdarah lamanya sekitar 6-7 hari. Hal ini kemudian berpuncak pada demam lebih kecil yang terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril. Sesudah inkubasi selama 3-15 hari, orang yang tertular dapat mengalami dengan salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

1. Bentuk Abortif

Penderita tidak merasakan suatu gejala apapun

2. Dengue Klasik

Penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan di bawah kulit

3. Dengue Haemorrhagic Fever

Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung, mulut, dubur dan sebagainya

4. Dengue Syok Sindrom

Gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi pendarahan dan syok, maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi. Oleh sebab itu setiap penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment