Demam Berdarah

Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD ) adalah jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus lagi dengan genus Flavivirus dikenal dengan nama Virus dengue. Penyakit ini ditemukan manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Demam berdarah

Demam berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang mengandung virus dengue. Pada saat nyamuk aedes aegypti menggigit makan virus dengue akan masuk ke dalam tubh , setelah masa inkubasi sekitar 3-15 hari penderita bisa mengalami demam tinggi 3hari berturut-turut. Banyak penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala tersebut. Untuk itu kita harus selalu mewaspadai nyamuk yang menyebarkan virus dengue tersebut. Ciri ciri nyamuk penyebab demam berdarah seperti:

  1. Badan nyamuk yang berwarna hitam dan belang-belang putih pada seluruh tubuhnya (loreng).
  2. Nyamuk ini dapat berkembang biak pada penampungan air (TPA) dan pada barang-barang yang memungkinkan untuk digenangi air seperti bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, barang bekas, dll.
  3. Nyamuk aides aegepty tidak dapat berkembang biak di got atau selokan ataupun kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah.
  4. Nyamuk penyebar virus dengue ini biasanya menggigit manusia pada pagi dan sore hari.
  5. Nyamuk ini termasu jenis nyamuk yang dapat terbang hingga 100 meter.

Gejala penyakik demam berdarah ini memang tidak terduga, namun biasanya penderita mengalami ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan hingga muntah darah. Ada beberapa gejala lain yang dapat memberi tahu anda bahwa gejala tersebut adalah tanda-tanda seseorang penderita penyakit demam berdarah dengue.

Gejala yang Timbul Karena Penyakit Demam Berdarah

1. Demam tinggi terus menerus hingga 2-7 hari, dengan penderita yang tampak lemah lesu dan suhu badan mencapai 40 derajat celcius.

2. Adanya tanda pendarahan di mulut, hidung ( mimisan ), dan dubur (BAB berdarah).

3. Bintik-bintik merah pada kulit yang bila kulit direnggangkan bintik akan tetap terlihat berbeda dengan gigitan nyamuk lainnya yang tidak terlihat saat kulit direnggangkan.

4. Sakit perut yang mungkin terjadi muntah.

5. Bila penyakit sudah parah penderita akan merasakan gelisah dengan ujung tangan dan kaki yang dingin. Berkeringat pendrahan selaput lendir mukosa dan alat cerna gastrointestinal serta tempat suntikan atau tempat lainnya.

6. Hasil tes torniquet yang positif dan berkurangnya jumlah trombosit hingga dibawah 100.000 per mm3

7. Sakit kepala berat dan Sakit kepala sendi (atralgia)

8. Nyeri pada ulu hati dan kadang kadang hingga ada pendarahan lambung.

9. Sakit pada otot (mialgia)

10. Pembesaran plasma yang ada hubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah yang ditandai dengan munculnya kenaikan nilai 20% dari hematokrit atau lebih tergantung pada umur dan jemis kelamin penderita demam berdarah. Menurunnya nilai hematokrit dari nilai daras 20% atau lebih sesudah dilakukan pengobatan. Serta tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo-ptoteinaemia.

Apabila penderita sudah menunjukkan gejala-gejala diatas anda tidak perlu panik, anda dapat melakukan pertolongan pertama untuk penderita dengan:

  1. Memberika minum sebanyak mungkin untuk menghindari adanya dehidrasi. Saat terjadi kebocoran harus banyak minum namun saat kebocoran sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan air yang diberikan harus dikurangi.
  2. Kompres dengan air agar suhu panas menurun.
  3. Berikan obat penurun panas pada penderita penyakit demam berdarah dengue.
  4. Jika dalam jangka waktu 3 hari demam tidak turun atau bahkan semakin naik segera bawa penderita ke rumah sakit atau puskesmas terdekan untuk segera mendapat pertolongan.
  5. Jika penderita tidak bisa makan dan minum atau dalam artian muntah terus, kondisi yang semakin parah, kesadaran menurun atau hilang maka penderita harus dirawat di rumah sakit.

Nyamuk dewasa penyebab penyakit demam berdarah dapat diberantas dengan mengupayakan membersihkan tempat-tempat yang disukai oleh nyamuk untuk beristirahat seperti:

  • Pasang kasa nyamuk pada ventilasi dan jendela rumah anda.
  • Lindungi bayi anda ketika tidur di pagi dan sore hari dengan menggunakan kelambu.
  • Jangan menggantung baju bekas pakai karena nyamuk menyukai bau badan manusia.
  • Semprot rumak dengan obat nyamuk di pagi dan sore hari.
  • Fogging atau yang sering kita kenal dengan sebutan pengasapan yang hanya dilakukan bila dijumpai ada penderita yang dirawat atau menginggal. Untuk pengasapan ini diperlukan adanya laporan dari rumah sakit yang merawat penderita penyakit demam berdarah.

Resiko terserang penyekit demam berdarah akibat virus dengue ini dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak kecil yang menderita penyakit ini akan lebih beresiko mengalami infeksi yang serius. Anak kecil cenderung beresiko mengalami sakit berat apabila mereka tergolong anak-anak yang berkecukupan gisi. Berbeda dengan infeksi lain yang bisa lebih parah terjadi pada anak-anak yang kurang gizi. Perempuan lebih cenderung terserang sakit yang lebih parah dibanding dengan laki-laki. Virus dengue dapat mengancam jiwa seseorang pada penderita dengan penyakit kronis dalam jangka waktu yang panjang, seperti penyakit diabetes dan asma.

Untuk anda yang sudah mulai menemukan adanya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah sebaiknya langsung mulai memberantasnya dengan cara yang sudah kita bahas diatas untuk menjauhkan resiko terjangkit virus dengue dari keluarga anda. Semoga info tentang penyakit demam berdarah dan bagaimana cara mengobatinya bisa bermanfaat untuk anda dan untuk kita semua. Terima kasih.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Demam Berdarah Di Indonesia

Demam Berdarah Di Indonesia atau yang sering kita sebut dengan demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, tergolong dalam flavivirus, banyak didapatkan di daerah tropis dan subtropis. Hampir 50% penduduk yang tinggal di daerah tersebut mempunyai resiko untuk mendapatkan infeksi dengan virus dengue. Infeksi dengan virus dengue dapat menimbulkan sakit, renjatan (shock) hingga kematian.

Menurut laporan DEPKES Januari-Oktober 2009, penderita penyakit Demam Berdarah Di Indonesia telah menelan 1.013 korban jiwa dari 121.423 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008. Salah satu provinsi yang mengalami peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue atau yang sering kita kenal dengan DBD dibandingkan tahun 2008 adalah provinsi DKI Jakarta.

 

Korban akibat terserangnya penyakit Demam Berdarah Di Indonesia diperkirakan akan terus bertambah terutama pada saat pasca banjir, pergantian musim dan pada saat curah hujan mulai berkurang. Oleh karena itu mulai banyak terjadi penampungan air pada bak mandi penampung air, pada pot bunga, tempayan bekas, kaleng bekas dan botol minuman bekas yang dekat dengan lingkungan pemukiman penduduk yang tidak dibersihkan. Tempat tersebut merupakan tempat yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Di Indonesia karena dapat memindahkan virus dari manusia ke manusia lainnya.

Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus dan Aedes polynesienses. Dikenal 4 serotipe virus dengue yaitu dengue virus 1, 2, 3 dan 4. Penyakit ini dapat menimbulkan sakit berupa deman yang sembuh sendiri pada infeksi primer, tetapi bila pasien tersebut mendapatkan infeksi kedua kali yang disebut infeksi sekunder dengan serotipe berbeda akan timbul sakit yang lebih berat. Infeksi sekunder dapat menimbulkan perdarahan yang disebut Deman Berdafah Dengue DBD atau timbul renjatan yang disebut dengue shock syndrome (DSS).

Penderita penyakit Demam Berdarah Di Indonesia yang terinfeksi dengan virus dengue sangat bervariasi dari gejala subklinik hingga gejala yang fatal. Manisfestasi klinik dapat timbul gejala klasik berupa demam mendadak (> 37.7◦C) dengan gejala muncul rasa sakit kepala, nyeri dibelakang bola mata, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sendi, muntah, diare, sakit saat menelan makanan atau menuman dan timbul kemerahan pada kulit (rash) bahkan dapat berupa perdarahan.

Penyakit Demam Berdarah Di Indonesia ini digolongkan dalam 4 tingkat yaitu :

– Demam tidak spesifik
– Demam dengue yang spesifik
– Demam berdarah dengue (DBD)
– Dengue shock syndrome (DSS)

Antigen NS-1 adalah glikoprotein konsentrasi tinggi dari virus dengue yang didapatkan dalam serum yang terinfeksi virus dengue pada fase dini. Antigen ini didapatkan di dalam darah mulai dari hari 1-9 demam, baik pada infeksi dengue primer maupun infeksi dengue sekunder.

Selain antigen NS-1 dalam diagnostik penyakit dengue ini, dikenal antibodi IgM dan IgG. Antibodi IgM dapat terdeteksi 3-5 hari setelah demam pada infeksi primer. Secara umum dapat bertahan hingga 30-90 hari dengan kemungkinan dapat bertahan hingga 8 bulan. Pada infeksi sekunder kadar penyakit Demam Berdarah Di Indonesia antibodi IgM timbul antara hari ke 4-5 setelah demam.

Pada infeksi primer, antibodi IgG timbul pada hari ke-14 dan dapat bertahan seumur hiudp. Sedangkan pada infeksi sekunder antibodi IgG akan meningkat 1-2 hari setelah demam yang kemudian mencetuskan respons antibodi IgM.

Selain pemeriksaan NS-1, dengue IgG dan IgM, sebaiknya bila ada dugaan demam berdarah dengue dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap yang meliputi parameter hemoglobin, hematokrit, jumlah leukosit dan jumlah trombosit.

Demam berdarah di indonesia menunjukan gejala yang ditimbulkan oleh seseorang yang terkena penyakit demam berdarah dengue atau DBD ini seperti Suhu badan yang mendadak meningkat antara 38 sampai 40 derajat celcius selama 2-7 hari disertai dengan rasa lemah lesu.Muncul bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik itu tidak hilang.

Pada demam berdarah dengue dapat terjadi kebocoran dinding pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan pemindahan cairan dan pembuluh darah ke jaringan. Hal ini menyebabkan terjadi edema, hemokonsentrasi bahkan dapat terjadi renjatan (shock) . Keadaan ini ditandai dengan meningkatnya kadar hemoglobin atau nilai hematokrit bila diperiksa 2x pada waktu yang berbeda. Selain itu makin berat penyakit maka jumlah trombosit makin menurun yang mempermudah terjadinya perdarahan di bawah kulit, bahkan perdarahan lain dari rongga tubuh seperti mimisan, perdarahan saluran cerna dan saluran kemih.

Berdasarkan kriteria WHO 1997, diagnosis penyakit Demam Berdarah Dengua atau DBD ditegakkan bila semua hal dibawah ini terpenuhi :

  1. Demam atau riwayat demam akut antara hari ke 2-7, biasanya bifasik (demam naik0turun).
  2. Minimal 1 manifestasi perdarahan seperti uji pembendungan positif perdarahan pada kulit berupa bintik merah (petekie), ekimosisi atau perpura yaitu perdarahan yang lebih besar dari petekie. Dapat timbul juga perdarahan selaput lender, muntah darah (hematemesis) atau BAB berdarah (melena).
  3. Trombositopeni dengan jumlah trombosit <100,000/ul.
  4. Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma :
  • Nilai hematokrit meningkat lebih dari 20% dibandingkan dengan nilai normal untuk umur dan jenis kelamin yang sama.
  • Penurunan nilai hematokrit > 20% setelah pemberian cairan dengan nilai hematokrit sebelumnya.
  • Pengumpulan cairan di dalam rongga dada (efusi pleura) dalam rongga perut (asites), penurunan kadar protein total dan natrium serum.
Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Demam Berdarah Dengue

Penyakit demam berdarah dengue adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Penyakit ini sering menimbulkan gejala yang “mengejutkan” atau tidak terduga. Hilangnya demam bukan berarti bahwa penyakit ini sudah dapat disembuhkan. Oleh karena itu, jika salah satu anggora keluarga Anda diduga menderita DBD seharusnya mendapatkan perhatian yang intensif. Bahkan jika penderita tampak membaik sekalipun. Justru pada hari ketiga keempat kelima perlu meningkatkan kewaspadaan. Walaupun penderita sudah tampak membaik secara kasat mata, tetapi kemungkinan buruk dapat terjadi.

Demam pada penyakit demam berdarah denge bisa sampai 39-40 derajat celcius. Bila demam hanya berkisar 38 derajat celcius kemungkinan bukan demam berdarah dengue tetapi bisa jadi penyakit infeksi virus lain seperti campak, rubella, dan chikungunya atau virus hanta (demam korea). Atau penyakit lain karena infeksi bakteri seperti tuberkulosa atau tipus atau penyakit radang selaput otak (meningitis).

Penderita penyakit demam berdarah dengue menunjukkan keluhan atau gejala demam disertai kelainan darah penurunan trombosit dan hematokrit.

Gejala dari penyakit demam berdarah dengue yang timbul dengan tiba-tiba seperti:

  • mendadak panas tinggi selama 2 hingga 7 hari, tampak lemah lesu dan suhu badan antara 38 sampai 40 derajat celcius.
  • Tampak bintik-bintik kemerahan pada kulit anda dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak dapat hilang.
  • Terkadang mengalami pendarahan pada hidung atau yang kita kenal dengan mimisan.
  • Mungkin juga dapat terjadi muntah darah dan dahak darah.
  • Saat melakukan ter torniquet menunjukkan hasil yang positif.
  • Adanya pendarahan yang petekia, akimosis atau purpura.
  • Kadang-kadang nyeri pada ulu hati karena terjadi peradangan pada lambung.
  • Bila penyakit demam berdarah dengaue yang diderita sudah parah penderita akan merasa gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringan pendarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointemesis, sempat suntikan atau tempat lainnya.
  • Terjadi hematemesis atau melena.
  • Trombositpenia (=100.000 per mm3)
  • Serta pembesaran plasma yang memiliki hubungan erat dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah.

Penularan virus dengue melalui gigitan nyamuk lebih banyak terjadi di tempat yang padat penduduk seperti diperkotaan dan pedesaan pinggir kota. Oleh karena itu penyakit demam berdarah dengue lebih bermasalah disekitar perkotaan.

Seperti kata ppara ahli, yang kelihatan oleh kita hanya seperti puncak gunung es (yang menderita demam tinggi dengan penurunan trombosit dan hematokrit). Disinilah pentingnya pemeriksaan laboratorium darah pada penderita demam berdarah. Pemeriksaan laboratorium darah untuk mendukung menegakkan diagnosa penyakit demam berdarah dengue. Hampir tidak mungkin menegakkan diagnosa penyakit demam berdarah tanpa pemeriksaan laboratorium darah apalagi pada taraf permualaan sakit. Paling tidak, sekedar menilai kondisi penderita dengan menghitung jumlah trombosit.

Bila jumlahs edemikian rendah, pendarahan yang terlihat dengan kasatmatasedang mengancam. Misalnya, pendarahan melalui hidung (mimisan), muntah darah, atau berak berdarah atau pendarahan luar seperti pendarahan diselaput putih mata dan kemungkinan pendarahan pada organ dalam seperti otak, jantung, hati dan ginjal.

Pertolongan pertama yang dilakukan untuk penderita penyakit demam berdarah dengue hanyalah bermain dengan cairan. Saat masih terjadi kebocoran maka penderita harus banyak minum dan ketika kebocoran sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan pada penderita yaitu:

  • Memberikan banyak minum kepada penderita penyakit demam berdarah dengue.
  • Kompres agar suhu badan penderita menurun.
  • Jika dalam wqaktu tiga hari demam yang diderita belum juga turun atau malah tambah meningkat segera bawa kerumah sakit atau puskesmas terdekat dengan rumah anda.
  • Jika penderita penyakit demam berdarah dengue tidak dapat minum atau muntah terus menerus ditambah dengan kondisi yang semakin parah serta kesadaran menurun atau menghilang maka harus dirawat langsung di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut.

Penyakt demam berdarah dapat dicegah untuk tidak menyerang keluarga anda. Cara pencegahan yang dapat dilakukan jika anda tidak ingin keluarga anda terserang penyakit demam berdarah dengue dapat dilakukan dengan:

1. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan dari nyamuk tersebut.
2. Melakukan abatisasi yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air pada rumah anda.
3. Melakukan fogging atau pengasapan pada kasus-kasus dengan PE yang positif.

Berikut ciri ciri nyamuk yang perlu anda waspadai menyebabkan penyakit demam berdarah dengue yaitu:

  • Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
  • Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
  • Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
  • Mampu terbang sampai 100 meter

Untuk anda yang ingin selalu terhindar dari penyakit demam berdarah ada baiknya anda mencoba cara-cara yang sudah kita bahas diatas. Dengan mewaspadai nyamuk yang menjadi penyebab penyakit ini dan memcoba untuk melakukan pencegahan diatas, anda dapat menjauhkan penyakit ini dari keluarga anda.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Demam Berdarah

Penanganan demam berdarah yang dapat dilakukan pemerintah salah satunya adalah memcegah penyebaran nyamuk yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Demam berdarah adalah infeksi yang disebabkan karena virus dengue yang berasal dari nyamuk. Penyakit demam berdarah juga dapat disebut dengan breakbone fever atau demam sendi, karena penyakit ini dapat menyababkan penderitanya mengalami nyeri yang hebat yang seakan-akan tulang ingin patah.

Penyebab utama dari penyakit ini adalah nyamuk yang mudah berkembang biak pada kubangan air yang ada dihalaman rumah anda, pada pot bunga, maupun di got. Jenis nyamul yang dapat menimbulkan penyakit ini adalah aides aetypty dan juga aides albopictus. Penderita yang diduga menderita demam berdarah dalam tingkat yang maupun harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami kematian.

Penanganan demam berdarah dapat dengan meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh penderita dan menghambat pertumbuhan virus dengue yaitu dengan jus kurma serta ekstrak daun biji.

Penanganan demam berdarah tidak perlu anda lakukan apabila anda dapat mencegah penyakit demam berdarah tersebut.

Hal yang dapat anda lakukan untuk mencegahnya adalah dengan cara:

1. Makan makanan yang bergizi
2. Rutin melakukan olahraga
3. Istirahat tidur yang cukup
4. Minum air putih yang banyak 8-12 gelas satu hari
5. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk.
6. Fogging atau pengasapan akan mematikan nyamuk dewasa dan bubuk abate akan mematikan jentik pada air.

Pada penderita penyakit demam berdarah akan mengalami gejala-gejala yang dapat muncul dengan tiba-tiba. Gejala tersebut antara lain:

  1. Demam tinggi yang mendadak dalam 2 hingga 7 hari. Kadang kala demam bersifat bifasik atau seperti pelana kuda yaitu panas yang di derita akan turun di hari ke 3 atau hari ke 4 namun akan neik lagi di hari berikutnya.
  2. Mulai munculnya ruam pada kulit.
  3. Nyeri pada belakang mata.
  4. Manifestasi pendarahan yang ditandai dengan bintik-bintik merah kehitanam pada kulit yang bila direnggangkan warna tetap terlihat. terjadi mimisan atau epitaksis dan muntah darah atau hematamesis.
  5. Sakit perut yang hebat dan gusi berdarah.
  6. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter di laboratorium rumah sakit ditemukan bahwa :
  • Uji tournquet menyatakan hasil yang positif.
  • Ditemukan bahwa trombositopia atau jumlah trombosit turun dibawah 100.000/ul
  • Dan yang terakhir ditemukannya kebocoran plasma yang memiliki kaitan erat dengan meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah yang memerlukan penanganan demam berdarah.

Penanganan demam berdarah antara lain:

  1. Selelu memonitori suhu penderita penyakit demam berdarah dengue setiap hari dan harus selalu didampingi.
  2. Bawa penderita penyakit demam berdarah bila demam berlangsung 3 hari.
  3. Penanganan demam berdarah dengan istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien penderita penyakit ini.
  4. Apabila penderita semakin lemas, muntah, sulit makan atau minum, maka penderita perlu dilakukan pemberian cairan lewat infus oleh dokter.
  5. Bila hasil tes laboratorium menunjukkan adanya tanda tanda penurunan trombosit atau kenaikan hematokrit maka penderita harus dirawat dirumah sakit untuk mendapat penanganan demam berdarah yang lebih lanjut.
  6. Pasien harus selalu diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, ngantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.

Penanganan demam berdarah memalui pengobatan terutama ditujukan untuk mengatasi pendarahan, untuk mencegah atau mengatasi keadaan syok atau presyok dengan mengusahakan agar penderita penyakit bangak minum, dan bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus untuk membantu penanganan demam berdarah supaya cepat pulih. Demam yang diderita harus diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau dengan menggunakan antipiretika.

Untuk menunjang penanganan demam berdarah dibutuhkan makanan dan minuman yang dapat membantu tubuh penderita cepat pulih. Berikut beberapa makanan dan minuman yang dibutuhkan penderita penyakit demam berdarah antara lain:

  1. Daun pepaya.

Menurut dokter yang ahli dalam bidang kesehatan mengatakan bahwa mengkonsumsi daun pepaya adalah makanan yang baik untuk penderita penyakit DBD karena dapat melawan virus demam berdarah. Mengkonsumsi daun pepaya merupakan salah satu cara yang alami untuk penanganan demam berdarah.

  1. Bubur

Mengkonsumsi bubur dapat menyediakan sumber energi bagi tubuk penderita DBD. Ketika anda ingin melawan virus demam berdarah bubur adalah salah satu makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita penyakit demam berdarah karena mudah untuk dicerna dan mengandung sejumlah manfaat di bidang kesehatan.

  1. Telur

Telur mengandung banyak nutrisi protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh anda.

  1. Air kelapa

Air kelapa sangat dianjurkan dalam penanganan demam berdarah agar tidak terkena dehidrasi yang disebabkan oleh virus dengue.

  1. Jus buah

Jus buah seperti kiwi, jeruk, dan jambu merah biji yang kaya akan vitamin C mampu memberikan manfaat bagi sistem kekebalan tubuh / antibodi tubuh.

  1. jus lemon

Penanganan demam berdarah dapat dibantu dengan menggunakan jus lemon yang dapat membantu anda untuk mengeluarkan virus dengue dari dalam tubuh anda.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan DBD

Pengobatan DBD sangat diperlukan sebelun penderita terinfeksi firus yang lebih parah lagi. Hal pertama yang harus dilakukan ketika terserang atau akan memberikan pertolongan pengobatan pada penderita DBD bukanlah dengan serta-merta membawanya ke rumah sakit.

Beberapa hal di bawah ini merupakan urutan pengobatan yang mungkin bisa dilakukan pada tahap awal terjadinya serangan, yaitu :

1. Pertolongan pertama yang penting memberi minum sebanyak mungkin
2. Kompres dengan air es
3. Beri obat penurun panas
4. Segera dibawa ke dokter atau puskesmas terdekat untuk diperiksa

pengobatan DBD

pengobatan DBD

Bagian terpenting dari pengobatan DBD adalah terapi suportif. Pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.

Tanaman obat yang biasa digunakan untuk pengobatan DBD adalah buah kelapa muda hijau, jeruk nipis, jambu biji, kunyit dan temulawak. Perbanyak minum air putih, dan usahakan jangan sampai dehidrasi (kekurangan cairan), konsumi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C adalah upaya penangan penyakit demam berdarah. Selain itu, penderita juga dapat mengkonsumsi ramuan herbal untuk pengobatan alami. Berikut ini kami sajikan beberapa cara pengobatan alternatif demam berdarah untuk bahan referensi saja, Anda dapat mencobanya jika berminat :

Pengobatan alternatif yang bisa dilakukan adalah :

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

– 1 buah kelapa hijau muda
– Air perasan jeruk nipis secukupnya

Cara Pemakaian :

– Kupas dan ambil air kelapa hijau
– Kemudian campurkan dengan air Jeruk Nipis
– Aduk hingga tercampur rata
– Minum secara teratur

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

– 1 lembar daun pepaya
– 1 genggam pohon meniran
– 1 ruas ibu jari temu ireng
– 1 ruas ibu jari kunyit kuning
– 1 ujung sendok teh garam dapur
– 500 ml air matang

Cara Pemakaian :

– Semua bahan dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus
– Kemudian air matang dituang kedalam hasil tumbukan
– Lalu diperas sarinya dan ditampung di tempat yang bersih
– Selanjutnya diberi garam dapur dan aduk garam dapur tersebut sampai larut
– Ramuan ini diminum sehari 3 kali sesudah makan

3. Cara Ketiga

Bahan-Bahan :

– 9 lembar daun jambu biji
– 5 gelas air

Cara Pemakaian :

– Daun jambu biji di cuci bersih
– Kemudian rebus dalam 5 gelas air sampai menjadi 3 gelas
– Lalu saring dan dinginkan
– Minum ramuan ini 3 kali sehari

4. Cara ke empat

Bahan-bahan

Daun jambu biji 25 gram
temulawak 10 gram
sambiloto 10 gram
madu murni secukupnya
air bersih 600 ml

Cara pemakaian

Cuci daun jambu biji, temulawak dan sambiloto hingga bersih. Setelah dicuci bersih kemudian rebus dengan 600 ml air hingga airnya tersisa setengahnya. Sebelum anda meminumkan pada penderita campurkan madu murni tersebih dahulu secukupnya saja. Gunakan obat herbal ini dua kali sehari secara rutin hingga sembuh.

5. Cara ke Lima

Bahan-bahan

Herbal pegagan 16 gr
Herbal tapak dara (Catharantus roseus) 15 gr
Daun dewa 15 gr
Daun jambu biji (Psidium guajava) 10 lembar
Air bersih 600 ml

Cara Pemakaian

Cuci herbal pegagan, tapak dara, daun dewa, serta daun jambu biji sampai bersih. Kemudian rebus dengan air bersih, biarkan hingga airnya tinggal setengahnya. Setelah itu baru diangkat dari perapian, dinginkan, lalu saring.
Minum sehari dua kali. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

6. Cara ke Enam

Bahan-bahan

Daun jambu biji (Psidium guajava) 10 lembar
Daun dewa 5 lembar
Jeruk nipis 1 buah
Madu 1 sendok teh
Air bersih 5 gelas

Cara Pemakaian

Cuci daun jambu biji dan daun dewa. Setelah itu rebus dengan 5 gelas air bersih, biarkan beberapa saat hingga airnya tinggal 2 gelas. baru kemudian diangkat, dinginkan, saring. Sebelum diminum tambahkan madu murni secukupnya.
Minum ramuan sehari dua kali. Setiap kali minum sebanyak 2 gelas. Lakukan pengobatan DBD ini sampai sembuh.

 

Pencegahan lebi baik dari pada pengobatan DBD untuk itu kita harus mengetahui bagaimana cara untuk mencegah virus tersebut menyebar di sekitar rumah anda.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan;
1. Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3m atau menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi perindukan nyamuk aides aegepty.
2. Melakukan fooging atau pengasapan yang hanya dilakukan pada kasus-kasus PE positif.
3. Melakukan abatisasi dengan menaburkan bubuk abate ke dalakm bak mandi atau tempat penampungan air.
4. Sistem kewapadaan dini dari rumah sakit yang di kirim kepuskesmas di wilayah daerah untuk dilakukan penyelidikan epidemologi.

Belum ditemukan vaksin yang dapat digunakan untuk pengobatan DBD. Bentuk perawatan dan pengobatan DBD pun bermacam-macam tergantung dari tingkat keparahan gejala demam berdarah yang muncul pada penderita.

  • Pengobatan DBD yang dapat dilakukan saat ini hanya pada saat penyakit awal masalah demam dan berakibat obat anti demam.
  • Upayakan untuk selalu cukup cairan. Melakukan penggantian cairan bila kondisi pendrita semakin lemas, muntah, sulit makan atau mimun dan infus.
  • Serta pengobatan DBD dengan obat lainnya tergantung dengan komplikasi yang timbul.
  • Langsung membawa penderita penyakit demam berdarah dengue ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan DBD.
  • Diusahakan untuk selalu beristirahat dan selalu memberikan banyak asupan cairan kepada penderita yang sangat diperlukan untuk pasien infeksi firus dengue.
  • Mengawani pasien untuk tidak sampai syok yang ditandai dengan rasa lemas, ngantuk, dan pingsan dengan kaki yang dingin adalah salah satu usaha dalam pengobatan DBD.

 

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah DBD

Cara mencegah DBD dapat anda lakukan sendiri dirumah dan harus anda lakukan sebelum ada salah satu bagian dari keluarga anda yang terkena penyakit demam berdarah. Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.

Cara mencegah DBD

Cara mencegah DBD

Penularan DBD

Orang yang sakit demam berdarah di dalam darahnya mengandung virus DBD. Jika orang tersebut digigit nyamuk aedes aegyptu, maka bibit penyakit ikut terhisap masuk ke dalam tubuh nyamuk. Bila nyamuk tersebut menggigit orang lain yang sehat, maka orang itu akan dapat tertular penyakit DBD.

Diagnosis

Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosis demam berdarah jika terindikasi secara klinis. Pemeriksaan laboratorium akan dilaksanakan dengan 3 hal, meliputi hematologi, hemotasis, dan imunoserologi. Pemeriksaan hematologi adalah hitung trombosit (trombositopenia = 100.000/uL) dan hematokrit (meningkat sampai 20%). Menghitung leukosit (leukopenia). Pada sediaan darah tepi sering dapat dijumpai peningkatan limfosit plasma biru yang walaupun tidak spesifik untuk virus dengue, tetapi bila jumlahnya meningkat mendukung diagnosis.

Pemeriksaan hemostasis yang penting pada awal sakit adalah uji bendungan (uji tourniquet). Pada stadium lebih lanjut, penetapan D Dimer dan masa protrombin membantu memastikan adanya koagulasi intra vascular menyebar (disseminated intra vascular coagulation, DIC).

Cara mencegah DBD dengan melakukan Uji laboratorium yang sangat penting dilakukan untuk memastikan diagnosis etiologi infeksi virus dengue meliputi pemeriksaan-pemeriksaan dibawah ini :

1. Isolasi virus dengue

2. Uji serologi :

a. Adanya kenaikan titer serum antibodi dengue spesifik
b. Adanya antigen virus spesifik atau RNA dalam jaringan atau serum.

Cara Mencegah DBD

Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk. Upaya ini merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat.

Cara-caranya adalah sebagai berikut :

1. Kuras tempat penyimpanan air (bak mandi/WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya 1 minggu sekali. Gantilah air di vas, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya 1 minggu sekali

2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu

3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya.

4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen

5. Cara mencegah DBD dengan melipat pakaian atau kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap di situ

6. Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk abate ke dalam genangan air tersebut. Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali.

7. Gunakan kamper atau kapur barus yang merupakan cara mencegah DBD untuk membuat nyamuk jauh. Bakar kapur barus di sebuah ruangan dan tutup semua jendela dan pintu hingga kurang lebih 15 menit.

8. Gunakan obat nyamuk oles atau bakar untuk mencegah gigitan nyamuk baik di siang hari maupun di malam hari.

9. Cara mencegah nyamuk penyebab DBD dengan meletakkan tanaman tulasi di dekat jendela-jendela rumah anda. Tanaman ini memiliki beberapa sifat yang mampu mencegah nyamuk untuk berkembang biak.

10. Pastikan jendela dan pintu rumah anda tidak memiliki lubang lecil sehingga memberi jalan masuk bagi nyamuk dan pastikan pula ventilasi yang ada di rumah anda memiliki penyaring untuk mencegah nyamuk masuk dan sebagai Cara mencegah DBD.

Cara mencegah DBD dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makan makanan yang bergizi dan asupan cairan yang cukup untuk membantu pemulihan penyakit  demam berdarah.

1. Jus Buah

Untuk mengatasi kekurangan cairan karena demam berdarah bisa memberikan banyak cairan berupa air jus. Tidak selalu harus jus jambu biji Anda bisa memberikan jus buah lain seperti jus pepaya, jeruk, atau jus mangga. Nah dengan kadar air dalam buah berhitung tinggi antara 65 sampai 92 persen, sehingga bisa mensuplai atau menutupi kekurangan cairan akibat merembesnya plasma darah keluar dari pembuluh. Mengonsumsi jus berarti membantu proses pencernaan tubuh dengan mempercepat penyerapan nutrisi kualitas tinggi yang terdapat dalam kandungan jus.

2. Air Kelapa Muda

Air kelapa muda banyak megandung mineral kalium, sodium, klorida, dan magnesium. Zat-zat ini adalah elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatasi ancaman syok pada kondisi kekurangan cairan. Selain kalium, juga mengandung gula, vitamin B dan C dan protein. Komposisi gula dan mineral yang terdapat dalam air ini begitu sempurna, sehingga memiliki keseimbangan yang mirip dengan cairan tubuh manusia.

Selamat mencoba dan semoga memiliki manfaat untuk anda yang sedang membutuhkan info ini.

 

 

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe dari genus flavivirus, famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah ini disebarkan pada manusia oleh nyamuk aedes aegepty. Nyamuk ini mempunyai ciri-ciri garis belang hitam-putih pada tubuhnya dan menggigit pada siang hari. Ia mempunyai badan kecil, hidup di dalam dan di sekitar rumah, senang hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar dan bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah dan bukan di got atau comberan, di dalam rumah seperti bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain.

Satu nyamuk saja dapat menjangkiti beberapa orang dalam waktu singkat. Seseorang dapat terjangkit demam berdarah lebih dari 1 kali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 2,5 miliyar orang beresiko terinfeksi demam berdarah. Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit demam berdarah atau tidak hanya melalui tes laboratorium.

Wabah ini pertama kali terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada tahun 1779. Wabah global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

Virus dengue adalah anggota genus flavivirus dan famili flaviviridae. Berukuran kecil dan memiliki single stranded RNA. Ada empat serotipe virus yang disebut serotipe 1, 2, 3, dan 4 (DEN1, DEN2, DEN3, DEN4). Survei virologi, penderita DBD telah dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia sejak tahun 1972-1995. Keempat serotipe ini berhasil diisolasi baik dari penderita DBD ringan maupun berat. Selama 17 tahun, serotipe yang mendominasi adalah serotipe 2 dan 3. Serotipe 3 dikaitkan dengan kasus DBD berat.

Siklus Demam Berdarah Dengue

Gejala dan Tanda DBD

Infeksi virus dapat terjadi dengan gejala (simptomatis) dan juga tanpa gejala (asimptomatis). Pada infeksi virus simptomatis dapat bermanifestasi klinis ringan, yaitu demam tanpa penyebab yang jelas, demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), termasuk sindrom syok dengue (SSD). Infeksi dari satu serotipe dapat memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe yang bersangkutan, namun tetap tidak terbukti adanya proteksi silang terhadap serotipe lainnya. Hal ini dapat menjelaskan adanya peningkatan wabah dalam siklus 5 tahunan. Tanda dan Gejala DBD adalah sebagai berikut :

1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari
2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit
3. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung
4. Mungkin terjadi muntah atau berak darah
5. Sering terasa nyeri di ulu hati
6. Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat

Dari pertama munculnya beberapa gejala dan tanda, keadaan penderita dapat menjadi parah dan menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, pertolongan dan pengobatan harus segera diberikan untuk menghindarinya. Demam berdarah lamanya sekitar 6-7 hari. Hal ini kemudian berpuncak pada demam lebih kecil yang terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril. Sesudah inkubasi selama 3-15 hari, orang yang tertular dapat mengalami dengan salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

1. Bentuk Abortif

Penderita tidak merasakan suatu gejala apapun

2. Dengue Klasik

Penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan di bawah kulit

3. Dengue Haemorrhagic Fever

Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung, mulut, dubur dan sebagainya

4. Dengue Syok Sindrom

Gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi pendarahan dan syok, maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi. Oleh sebab itu setiap penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Klasifikasi Penyakit Demam Berdarah Dengue

Pada tahun 2009, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan, atau membagi penyakit demam dengue ke dalam dua jenis: tanpa komplikasi dan parah. WHO memutuskan bahwa cara lama pembagian penyakit demam berdarah dengue ini harus disederhanakan. Mereka juga telah menetapkan bahwa cara tersebut terlalu membatasi: tidak mencakup semua cara yang diperlihatkan pada demam dengue. Meskipun klasifikasi dengue telah diubah secara resmi, klasifikasi lama tersebut masih sering digunakan.

Dalam sistem lama WHO untuk klasifikasi, penyakit demam berdarah dengue dibagi ke dalam empat fase, yang disebut tingkat I–IV:

Pada Tingkat I penyakit demam berdarah dengue adalah pasien menderita demam. Dia mudah mudah melebam atau memiliki hasil tes tourniquet yang positif.
Pada Tingkat II penyakit demam berdarah dengue adalah pasien mengeluarkan darah melalui kulit dan bagian lain tubuhnya seperti hidung dan dubur.
Pada Tingkat III penyakit demam berdarah dengue adalah pasien menunjukkan tanda-tanda renjatan sirkulasi.
Pada Tingkat IV penyakit demam berdarah dengue adalah pasien mengalami renjatan yang sangat parah sehingga tekanan darah dan detak jantungnya tidak dapat dirasakan. Pada tingkat III dan IV disebut “sindrom renjatan dengue.

Posted in Demam Berdarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment