Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe dari genus flavivirus, famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah ini disebarkan pada manusia oleh nyamuk aedes aegepty. Nyamuk ini mempunyai ciri-ciri garis belang hitam-putih pada tubuhnya dan menggigit pada siang hari. Ia mempunyai badan kecil, hidup di dalam dan di sekitar rumah, senang hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar dan bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah dan bukan di got atau comberan, di dalam rumah seperti bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain.

Satu nyamuk saja dapat menjangkiti beberapa orang dalam waktu singkat. Seseorang dapat terjangkit demam berdarah lebih dari 1 kali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 2,5 miliyar orang beresiko terinfeksi demam berdarah. Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit demam berdarah atau tidak hanya melalui tes laboratorium.

Wabah ini pertama kali terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada tahun 1779. Wabah global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

Virus dengue adalah anggota genus flavivirus dan famili flaviviridae. Berukuran kecil dan memiliki single stranded RNA. Ada empat serotipe virus yang disebut serotipe 1, 2, 3, dan 4 (DEN1, DEN2, DEN3, DEN4). Survei virologi, penderita DBD telah dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia sejak tahun 1972-1995. Keempat serotipe ini berhasil diisolasi baik dari penderita DBD ringan maupun berat. Selama 17 tahun, serotipe yang mendominasi adalah serotipe 2 dan 3. Serotipe 3 dikaitkan dengan kasus DBD berat.

Siklus Demam Berdarah Dengue

Gejala dan Tanda DBD

Infeksi virus dapat terjadi dengan gejala (simptomatis) dan juga tanpa gejala (asimptomatis). Pada infeksi virus simptomatis dapat bermanifestasi klinis ringan, yaitu demam tanpa penyebab yang jelas, demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), termasuk sindrom syok dengue (SSD). Infeksi dari satu serotipe dapat memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe yang bersangkutan, namun tetap tidak terbukti adanya proteksi silang terhadap serotipe lainnya. Hal ini dapat menjelaskan adanya peningkatan wabah dalam siklus 5 tahunan. Tanda dan Gejala DBD adalah sebagai berikut :

1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari
2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit
3. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung
4. Mungkin terjadi muntah atau berak darah
5. Sering terasa nyeri di ulu hati
6. Bila sudah parah, penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan berkeringat

Dari pertama munculnya beberapa gejala dan tanda, keadaan penderita dapat menjadi parah dan menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, pertolongan dan pengobatan harus segera diberikan untuk menghindarinya. Demam berdarah lamanya sekitar 6-7 hari. Hal ini kemudian berpuncak pada demam lebih kecil yang terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril. Sesudah inkubasi selama 3-15 hari, orang yang tertular dapat mengalami dengan salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

1. Bentuk Abortif

Penderita tidak merasakan suatu gejala apapun

2. Dengue Klasik

Penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan di bawah kulit

3. Dengue Haemorrhagic Fever

Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung, mulut, dubur dan sebagainya

4. Dengue Syok Sindrom

Gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi pendarahan dan syok, maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi. Oleh sebab itu setiap penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Klasifikasi Penyakit Demam Berdarah Dengue

Pada tahun 2009, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan, atau membagi penyakit demam dengue ke dalam dua jenis: tanpa komplikasi dan parah. WHO memutuskan bahwa cara lama pembagian penyakit demam berdarah dengue ini harus disederhanakan. Mereka juga telah menetapkan bahwa cara tersebut terlalu membatasi: tidak mencakup semua cara yang diperlihatkan pada demam dengue. Meskipun klasifikasi dengue telah diubah secara resmi, klasifikasi lama tersebut masih sering digunakan.

Dalam sistem lama WHO untuk klasifikasi, penyakit demam berdarah dengue dibagi ke dalam empat fase, yang disebut tingkat I–IV:

Pada Tingkat I penyakit demam berdarah dengue adalah pasien menderita demam. Dia mudah mudah melebam atau memiliki hasil tes tourniquet yang positif.
Pada Tingkat II penyakit demam berdarah dengue adalah pasien mengeluarkan darah melalui kulit dan bagian lain tubuhnya seperti hidung dan dubur.
Pada Tingkat III penyakit demam berdarah dengue adalah pasien menunjukkan tanda-tanda renjatan sirkulasi.
Pada Tingkat IV penyakit demam berdarah dengue adalah pasien mengalami renjatan yang sangat parah sehingga tekanan darah dan detak jantungnya tidak dapat dirasakan. Pada tingkat III dan IV disebut “sindrom renjatan dengue.


=====================================

>>> Obat Demam Berdarah Membantu Mengatasi Demam Berdarah, Meningkatkan Trombosit, dan Menguatkan Kekebalan Tubuh Alami, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Demam Berdarah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>