Demam Berdarah Di Indonesia

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, tergolong dalam flavivirus, banyak didapatkan di daerah tropis dan subtropis. Hampir 50% penduduk yang tinggal di daerah tersebut mempunyai resiko untuk mendapatkan infeksi dengan virus dengue. Infeksi dengan virus dengue dapat menimbulkan sakit, renjatan (shock) hingga kematian.

Menurut laporan DEPKES Januari-Oktober 2009, DBD telah menelan 1.013 korban jiwa dari 121.423 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2008. Salah satu provinsi yang mengalami peningkatan jumlah kasus DBD dibandingkan tahun 2008 adalah provinsi DKI Jakarta.

 

Korban akibat DBD diperkirakan akan terus bertambah terutama pasca banjir, pergantian musim dan pada saat curah hujan berkurang. Oleh karena banyak terjadi penampungan air pada bak mandi penampung air, pot bunga, tempayan bekas, kaleng bekas dan botol minuman bekas yang dekat dengan lingkungan pemukiman penduduk yang tidak dibersihkan. Tempat tersebut merupakan tempat yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk karena dapat memindahkan virus dari manusia ke manusia lainnya.

Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus dan Aedes polynesienses. Dikenal 4 serotipe virus dengue yaitu dengue virus 1, 2, 3 dan 4. Penyakit ini dapat menimbulkan sakit berupa deman yang sembuh sendiri pada infeksi primer, tetapi bila pasien tersebut mendapatkan infeksi kedua kali yang disebut infeksi sekunder dengan serotipe berbeda akan timbul sakit yang lebih berat. Infeksi sekunder dapat menimbulkan perdarahan yang disebut DBD atau timbul renjatan yang disebut dengue shock syndrome (DSS).

Infeksi dengan virus dengue sangat bervariasi dari gejala subklinik hingga fatal. Manisfestasi klinik dapat timbul gejala klasik berupa demam mendadak (> 37.7◦C) dengan gejala sakit kepala, nyeri dibelakang bola mata, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sendi, muntah, diare, sakit menelan dan timbul kemerahan pada kulit (rash) bahkan dapat berupa perdarahan.

Penyakit ini digolongkan dalam 4 tingkat yaitu :

- Demam tidak spesifik
- Demam dengue yang spesifik
- Demam berdarah dengue (DBD)
- Dengue shock syndrome (DSS)

Antigen NS-1 adalah glikoprotein konsentrasi tinggi dari virus dengue yang didapatkan dalam serum yang terinfeksi virus dengue pada fase dini. Antigen ini didapatkan di dalam darah mulai dari hari 1-9 demam, baik pada infeksi dengue primer maupun infeksi dengue sekunder.

Selain antigen NS-1 dalam diagnostik penyakit dengue, dikenal antibodi IgM dan IgG. Antibodi IgM terdeteksi 3-5 hari setelah demam pada infeksi primer. Secara umum dapat bertahan 30-90 hari dengan kemungkinan dapat bertahan hingga 8 bulan. Pada infeksi sekunder kadar antibodi IgM timbul antara hari ke 4-5 setelah demam.

Pada infeksi primer, antibodi IgG timbul pada hari ke-14 dan dapat bertahan seumur hiudp. Sedangkan pada infeksi sekunder antibodi IgG akan meningkat 1-2 hari setelah demam yang kemudian mencetuskan respons antibodi IgM.

Selain pemeriksaan NS-1, dengue IgG dan IgM, sebaiknya bila ada dugaan demam berdarah dengue dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap yang meliputi parameter hemoglobin, hematokrit, jumlah leukosit dan jumlah trombosit.

Pada demam berdarah dengue dapat terjadi kebocoran dinding pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan pemindahan cairan dan pembuluh darah ke jaringan. Hal ini menyebabkan terjadi edema, hemokonsentrasi bahkan dapat terjadi renjatan (shock) . Keadaan ini ditandai dengan meningkatnya kadar hemoglobin atau nilai hematokrit bila diperiksa 2x pada waktu yang berbeda. Selain itu makin berat penyakit maka jumlah trombosit makin menurun yang mempermudah terjadinya perdarahan di bawah kulit, bahkan perdarahan lain dari rongga tubuh seperti mimisan, perdarahan saluran cerna dan saluran kemih.

Berdasarkan kriteria WHO 1997, diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal dibawah ini terpenuhi :

  1. Demam atau riwayat demam akut antara hari ke 2-7, biasanya bifasik (demam naik0turun).
  2. Minimal 1 manifestasi perdarahan seperti uji pembendungan positif perdarahan pada kulit berupa bintik merah (petekie), ekimosisi atau perpura yaitu perdarahan yang lebih besar dari petekie. Dapat timbul juga perdarahan selaput lender, muntah darah (hematemesis) atau BAB berdarah (melena).
  3. Trombositopeni dengan jumlah trombosit <100,000/ul.
  4. Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma :

-  Nilai hematokrit meningkat lebih dari 20% dibandingkan dengan nilai normal untuk umur dan jenis kelamin yang sama.

-  Penurunan nilai hematokrit > 20% setelah pemberian cairan dengan nilai hematokrit sebelumnya.

-  Pengumpulan cairan di dalam rongga dada (efusi pleura) dalam rongga perut (asites), penurunan kadar protein total dan natrium serum.

 

 


=====================================

>>> Obat Demam Berdarah Membantu Mengatasi Demam Berdarah, Meningkatkan Trombosit, dan Menguatkan Kekebalan Tubuh Alami, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Demam Berdarah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>