Pengobatan DBD

Pengobatan DBD sangat diperlukan sebelun penderita terinfeksi firus yang lebih parah lagi. Hal pertama yang harus dilakukan ketika terserang atau akan memberikan pertolongan pengobatan pada penderita DBD bukanlah dengan serta-merta membawanya ke rumah sakit.

Beberapa hal di bawah ini merupakan urutan pengobatan yang mungkin bisa dilakukan pada tahap awal terjadinya serangan, yaitu :

1. Pertolongan pertama yang penting memberi minum sebanyak mungkin
2. Kompres dengan air es
3. Beri obat penurun panas
4. Segera dibawa ke dokter atau puskesmas terdekat untuk diperiksa

pengobatan DBD

pengobatan DBD

Bagian terpenting dari pengobatan DBD adalah terapi suportif. Pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.

Tanaman obat yang biasa digunakan untuk pengobatan DBD adalah buah kelapa muda hijau, jeruk nipis, jambu biji, kunyit dan temulawak. Perbanyak minum air putih, dan usahakan jangan sampai dehidrasi (kekurangan cairan), konsumi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C adalah upaya penangan penyakit demam berdarah. Selain itu, penderita juga dapat mengkonsumsi ramuan herbal untuk pengobatan alami. Berikut ini kami sajikan beberapa cara pengobatan alternatif demam berdarah untuk bahan referensi saja, Anda dapat mencobanya jika berminat :

Pengobatan alternatif yang bisa dilakukan adalah :

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

– 1 buah kelapa hijau muda
– Air perasan jeruk nipis secukupnya

Cara Pemakaian :

– Kupas dan ambil air kelapa hijau
– Kemudian campurkan dengan air Jeruk Nipis
– Aduk hingga tercampur rata
– Minum secara teratur

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

– 1 lembar daun pepaya
– 1 genggam pohon meniran
– 1 ruas ibu jari temu ireng
– 1 ruas ibu jari kunyit kuning
– 1 ujung sendok teh garam dapur
– 500 ml air matang

Cara Pemakaian :

– Semua bahan dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus
– Kemudian air matang dituang kedalam hasil tumbukan
– Lalu diperas sarinya dan ditampung di tempat yang bersih
– Selanjutnya diberi garam dapur dan aduk garam dapur tersebut sampai larut
– Ramuan ini diminum sehari 3 kali sesudah makan

3. Cara Ketiga

Bahan-Bahan :

– 9 lembar daun jambu biji
– 5 gelas air

Cara Pemakaian :

– Daun jambu biji di cuci bersih
– Kemudian rebus dalam 5 gelas air sampai menjadi 3 gelas
– Lalu saring dan dinginkan
– Minum ramuan ini 3 kali sehari

4. Cara ke empat

Bahan-bahan

Daun jambu biji 25 gram
temulawak 10 gram
sambiloto 10 gram
madu murni secukupnya
air bersih 600 ml

Cara pemakaian

Cuci daun jambu biji, temulawak dan sambiloto hingga bersih. Setelah dicuci bersih kemudian rebus dengan 600 ml air hingga airnya tersisa setengahnya. Sebelum anda meminumkan pada penderita campurkan madu murni tersebih dahulu secukupnya saja. Gunakan obat herbal ini dua kali sehari secara rutin hingga sembuh.

5. Cara ke Lima

Bahan-bahan

Herbal pegagan 16 gr
Herbal tapak dara (Catharantus roseus) 15 gr
Daun dewa 15 gr
Daun jambu biji (Psidium guajava) 10 lembar
Air bersih 600 ml

Cara Pemakaian

Cuci herbal pegagan, tapak dara, daun dewa, serta daun jambu biji sampai bersih. Kemudian rebus dengan air bersih, biarkan hingga airnya tinggal setengahnya. Setelah itu baru diangkat dari perapian, dinginkan, lalu saring.
Minum sehari dua kali. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

6. Cara ke Enam

Bahan-bahan

Daun jambu biji (Psidium guajava) 10 lembar
Daun dewa 5 lembar
Jeruk nipis 1 buah
Madu 1 sendok teh
Air bersih 5 gelas

Cara Pemakaian

Cuci daun jambu biji dan daun dewa. Setelah itu rebus dengan 5 gelas air bersih, biarkan beberapa saat hingga airnya tinggal 2 gelas. baru kemudian diangkat, dinginkan, saring. Sebelum diminum tambahkan madu murni secukupnya.
Minum ramuan sehari dua kali. Setiap kali minum sebanyak 2 gelas. Lakukan pengobatan DBD ini sampai sembuh.

 

Pencegahan lebi baik dari pada pengobatan DBD untuk itu kita harus mengetahui bagaimana cara untuk mencegah virus tersebut menyebar di sekitar rumah anda.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan;
1. Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3m atau menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi perindukan nyamuk aides aegepty.
2. Melakukan fooging atau pengasapan yang hanya dilakukan pada kasus-kasus PE positif.
3. Melakukan abatisasi dengan menaburkan bubuk abate ke dalakm bak mandi atau tempat penampungan air.
4. Sistem kewapadaan dini dari rumah sakit yang di kirim kepuskesmas di wilayah daerah untuk dilakukan penyelidikan epidemologi.

Belum ditemukan vaksin yang dapat digunakan untuk pengobatan DBD. Bentuk perawatan dan pengobatan DBD pun bermacam-macam tergantung dari tingkat keparahan gejala demam berdarah yang muncul pada penderita.

  • Pengobatan DBD yang dapat dilakukan saat ini hanya pada saat penyakit awal masalah demam dan berakibat obat anti demam.
  • Upayakan untuk selalu cukup cairan. Melakukan penggantian cairan bila kondisi pendrita semakin lemas, muntah, sulit makan atau mimun dan infus.
  • Serta pengobatan DBD dengan obat lainnya tergantung dengan komplikasi yang timbul.
  • Langsung membawa penderita penyakit demam berdarah dengue ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan DBD.
  • Diusahakan untuk selalu beristirahat dan selalu memberikan banyak asupan cairan kepada penderita yang sangat diperlukan untuk pasien infeksi firus dengue.
  • Mengawani pasien untuk tidak sampai syok yang ditandai dengan rasa lemas, ngantuk, dan pingsan dengan kaki yang dingin adalah salah satu usaha dalam pengobatan DBD.

 


=====================================

>>> Obat Demam Berdarah Membantu Mengatasi Demam Berdarah, Meningkatkan Trombosit, dan Menguatkan Kekebalan Tubuh Alami, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Demam Berdarah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>